Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Layaknya Hutan : Daun, Pohon, Ranting dan Bunga Yang Merindukan Kematian...

Posted by fauziah on May 28, '08 10:16 PM for everyone
Category:Other
Analogi yang sederhana tapi Mengagumkan!


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"



budiaridian wrote on May 29, '08
ReviewReviewReviewReviewReview
Good, ana copas y :)
senadua wrote on May 22, '11
Like This.
palangkaraya2008 wrote on Jun 1, '11, edited on Jun 1, '11

Mengapa masih ada orang gondrong dan brewok walaupun ada tukang cukur?

Ada banyak cara menjelaskannya, tapi poin terpentingnya adalah bahwa tukang cukur tidaklah Maha Kuasa dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semua tukang cukur tentulah tidak mampu mencukur semua orang di dunia yang brewok dan gondrong setiap saat; dan dengan gratis pula; sedemikian rupa sehingga tak ada satu pun orang di dunia yang sempat terlihat dalam keadaan gondrong dan brewok. Tapi Tuhan bisa. Itu karena Tuhan pasti mampu. Tapi apakah Tuhan mau mencukur semua orang setiap saat?

Itu sebabnya fakta adanya orang yang masih gondrong dan brewok tidak menjelaskan apapun mengenai ada atau tiadanya tukang cukur. Dengan sangat mahfum kita tentu tahu kenapa masih ada orang brewok dan gondrong sekalipun banyak tukang cukur.

Tidak demikian halnya dengan Tuhan yang Maha Segalanya. Ada atau tiadanya penderitaan dan kejahatan adalah fakta yang bisa dijadikan dasar argumen mengenai eksistensi Tuhan karena Tuhan diasumsikan Maha Kuasa--bisa melakukan apapun--dan sangat menyayangi umat manusia sehingga tentunya akan menghindarkan penderitaan menimpa manusia.

Jika Tuhan Maha Kuasa tentunya Dia mampu menghapuskan penderitaan dan kejahatan, lalu mengapa masih ada penderitaan dan kejahatah. Artinya Tuhan tidak mau. Kalau Tuhan tidak mau menghapuskan penderitaan dan kejahatan, artinya Tuhan tidak Maha Penyayang, dia sengaja membiarkan manusia mendapatkan penderitaan atau berkubang dalam kejahatan--entah sebagai pelaku atau korban. Tuhan yang tidak Maha Kuasa atau Tuhan yang tidak Maha Penyayang tidak layak disebut Tuhan.

Cerita tukang cukur sebetulnya adalah upaya menjawab trilema Epicurus (http://en.wikipedia.org/wiki/Trilemma#Epicurus.27_trilemma) dengan analogi yang salah.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
0 out of 5 stars